BINGKISAN TERUNTUK SAUDARAKU YANG TENGAH SAKIT

Biasanya orang yang sedang sakit memiliki banyak waktu luang yang banyak.

Akan tetapi itu justru membuatnya tidak nyaman dan tidak tahu harus berbuat apa.

Oleh sebab itu, wahai saudaraku yang sakit, hendaknya anda menjaga dan memanfaatkan waktu luang dengan amalan-amalan yang semakin mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, tentunya sesuai dengan kemampuan.

Perbanyaklah semampu anda ibadah shalat, membaca Al qur’an, berdzikir kepada Allah, berdoa,beristighfar, mendengarkan ceramah yang bermanfaat, dan membaca buku-buku yang berfaedah.

Sungguh, anda mempunyai banyak waktu yang memungkinkan untuk melaksan akan berbagai amalan yang memang membutuhkan waktu yang lapang.

Tidakhanya mendapatkan pahala yang banyak, anda juga bisa menghilangkan bisikan syaithan yang terkutuk, memperoleh ketenangan hati, dan mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat.

Selain itu, anda juga harus menjauhi semua perkara yang diharamkan, apapun bentuknya.

Pastinya, pada saat sakit, anda sangat membutuhkan amalan yang mengantarkan kepada keridhaan,ampunan dan rahmat Allah ta’ala. Tidak patut apabila anda mengharapkan kesembuhan dari DIA, namun justru melakukan amalan yang buruk disisiNya.

Saudaraku, sucikanlah pandangan anda dari segala yang diharamkan, baik sesuatu yang kamu lihat secara langsung maupun secara tidak langsung melalui media elektronik seperti Televisi, atau media cetak seperti koran dan majalah.

 

Sucikan pendengaran anda dari hal-hal yang diharamkan seperti lagu-lagu yang melalaikan hati, alunan musik pelemah jiwa ataupun gunjingan.

Sucikan lidah anda dari perkataan yang diharamkan, seperti ungkapan tidak ridha terhadap sakit yang diderita atau mengeluhkannya kepada sesama manusia atau berbuat ghibah atau menghina orang lain.

Jauhilah rokok,minuman yang memabukkan dan semua perbuatan yang diharamkan.

Ingatlah walaupun anda sedang sakit, anda tidak boleh menggampangkan atau meremehkan hal-hal yang dilarang tersebut.

(Tuhfatul maridh, syaikh abdullah bin ali al ju’aitsin // thahurun Insya Allah P. Imam syafii 242)

 

Iklan

KEMULIAAN SEORANG MUSLIMAH DENGAN MENJAGA KEHORMATANNYA

Ustadzah Diana ummu Fauzan

Pengajar Islamic Center Bin Baaz & SDIST Yaa Bunayya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah memberikan bingkisan istimewa, yang diperuntukkan bagi kaum wanita, sebuah tuhfah nabawiyah yang memiliki kandungan makna begitu agung, yakni ketika beliau  bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْشَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِىالْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan),serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana sajayang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. SyaikhSyu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsini shahih)

Renungkanlahwahai saudariku, betapa engkau telah mendapati kebaikan yang menyeluruh,taktala engkau mau dan melaksanakan kandungan-kandungan dari nasehat nabawiyahtersebut? Bukankah pula wasiat tersebut adalah hal yang ringan untukdikerjakan? Akan tetapi tidak sedikit dari kaum wanita kurang untuk memperhatikkannya, benarlah apa yang telah Allah jalla fil’ula firmankan:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاوَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Ruum: 7)

Disini,dirisalah kecil ini, Insya Allah akan saya sampaikan perihal salah satu sebabyang mampu mengantarkan seorang wanita kepada Surga Allah ta’ala, yakni: kesucian seorang muslimah yang menjaga kehormatannya.

Saudariku Muslimah,…

Orang yang memiliki ghirah yang besar dalam agama yang hanif ini, tentunya akan sangat perih hatinya ketika didapati seorang wanita yang dia kurang dalammenjaga kehormatannya, membuka aurat tanpa rasa malu, menampakkan keindahan tubuhnya, banyaknya mereka yang keluar rumah tanpa ada udzur, bahkan ikhtilathdan tabbaruj telah menjadi menu kesehariaanya.

Jikalau demikian, apa yang nanti akan ia katakan dihadapan Rabb azza wa jalla?

Wallahi,Allah telah menghitung setiap amal perbuatan, Allah azza wa jalla pulamengawasi setiap gerak-gerik yang kita lakukan, dan tiada satu lafadz katapun yang terluput dari-Nya, bagaimana kiranya Allah ta’ala nanti meminta pertanggung jawaban dari setiap dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat?Ketika dikatakan kepadanya: “Bacalah Kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktuitu sebagai penghisap terhadapmu”, dengan apa ia akan menjawabya?

Allahta’ala berfirman:

  اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا  

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS Al Isra’ : 14)

Kalimat Rabbaniyah diatas adalah tahdzir bagi kita semua, dan hendaknya setiap kita,mampu untuk mengambil pelajaran dari ayat tersebut, agar kita mampu menjadihamba yang bisa mengisi hari-hari yang kita lalui ini dengan menabur benihketaatan kepada Allaj azza wa jalla.

Saudariku Muslimah, semoga Allah ta’ala memberikan keberkahanNya kepada kita semuanya… “agamaa dalah Nasehat” begitulah kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, makadisini pula, ana sampaikan nasehat kepada Saudariku seiman…

Bertaqwa

Bertaqwalah kepada Allah ta’ala, dalam kesendirian ataupun dalam keramaian, sungguh jalan ketaqwaan tidak hanya akan membawa kebahagiaan bagi anda, namun orang-orang disekitar anda pula, akan merasakannya. Begitu pula seorang Muslimah yang bertaqwa,dia akan mampu menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan hakikidi akhirat kelak (biidznillah), karena itulah kebahagiaan yangs esungguhnya. Berat memang, dia harus bersabar menghadapi badai cobaan, jalanterjal yang memang harus dilalui.

MenjagaKehormatan dengan berhijab.

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yangtelah disyariatkan dalam Islam. Bukankah mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan shahabiah dangenerasi setelahnya. Saudariku, Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan(ghirah). Tetapi, ironisnya, betapa banyak dari saudari kita, yang mereka menisbatkan diri pada islam, keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, dan bahkan tidak sedikit mereka bersolek dan bertabaruj tanparasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

 Tetaptinggal di rumah adalah kemuliaan wanita

Saudariku seiman…

Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan, sesuai dengan fitrah seorang wanita, yang dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya.

وَقَرْنَ فِيْبُيُوْتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Perintah untuktetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri dihadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Manakala seorang wanitamenampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajibmengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Ketika adakebutuhan darurat, maka seorang wanita mendapatkan rukhshoh (keringanan) untukkeluar rumah, tetapi hendaknya senantiasa merasa dalam pengawasan Allah azza wajalla atas segala gerak-gerikmu sampai sekembalinya ke rumah.

TinggalkanTabbaruj dan ikhtilath

Bersoek merupakanfitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atauteman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Malangnya, dengan segala yang dikenakan itu, mereka tampil di jalan-jalan, mal-mal, atau ruang publiklainnya. Alhasil, bukan pesona yang mereka tebar tapi justru fitnah.Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akanmemperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yangdisebut dengan tabarruj model jahiliyah.

Ibnul Atsir  berkata:“Tabarruj adalah menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram (ajnabi). Perbuatan seperti ini jelas tercela. Adapun menampakkan perhiasan kepada suami, tidaklah tercela. Inilah makna dari lafaz hadits, ‘(menampakkan perhiasan) tidak pada tempatnya’.” (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Menjaga kesucian dengan menikah

Saudariku, Semoga Allah ta’ala menjagamu… Manusia,telah diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah ta’ala, dan merupakan fitrahpula diantaranya, timbul rasa kasih sayang, dan Islam telah memberikan solusi berupa pernikahan, Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dankehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam danuntuk menjaga agama serta kehormatannya.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untukbisa bersabar di setiap perkara yang kita hadapi. Baik itu dalam ketaatan kitakepada Allah dan menjauhi maksiat kepadaNya, juga dalam menetapi taqdirNya yangtidak pernah kita dapat mengira dan menyangkanya. Hanya Allah tempat memintapertolongan, Allāhu a’lam.

(Risalah ini di tulis di majalah Lentera Qolbu, Edisi Fitnah akhir zaman)

Inilah Manhaj Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Bismillah,…
Apa manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Seorang penanya:
“Ya Syaikh, BAGAIMANAKAH mANHAJ NABI?”

Syaikh Abdurrazzaq bin abdlMuhseen Al Abbad hafidzahullah:
“MANHAJ NABI SUDAH JELAS DAN DIKETAHUI.
Nabi Bangun tengah malam, lantas shalat malam, dan jika menjelang subuh, beliau bersahur, lalu beristighfar menunggu subuh.
kemudian shalat subuh berjama’ah setelah itu duduk di masjid berdzikir hingga waktu syuruq lalu shalat dua raka’at. Jika tiba waktu dhuha, beliau shalat dhuha, beliau bersedekah, mengunjungi orang sakit, membantu yang kesusahan, menjamu tamu, dan seterusnya.

MANHAJ BELIAU MAKRUF”

Ust Firanda: “jawaban tersebut mengingatkan sebagian kita yang hoby mentahdzir agar jangan sampai kita yang mengaku diatas manhaj yang benar dan memberikan porsi yang besar terhadap manhaj, kita sendiri yang lalai dalam beramal shalih.

jangan sampai kita yang bersemangat mentahdzir kesalahan orang lain, ternyata orang yang kita tahdzir tersebut lebih perhatian terhadap amal, daripada kita.
Allahul Musta’an.
*semoga setiap kita bisa memetik hikmah dari sini.

Maraji’
dari madinah ke radio rodja / firanda adirja / hal 46 / cet. Ke. 1 nashirussunnah.

DOKTER YANG PENUH DENGAN RAHASIA

Seorang dokter ahli bedah bergegas menuju rumah sakit begitu dihubungi pihak rumah sakit karena seorang pasien dalam kondisi kritis harus segera dioperasi. Begitu sampai dia mempersiapkan diri, mandi dan bersalin pakaian.
Sejenak sebelum masuk ke ruangan operasi ia bertemu dengan ayah pasien yang raut wajahnya memendam cemas bercampur marah. Dengan ketus laki-laki itu mencecar sang dokter, “Kenapa lama sekali dokter! Tidak tahukah anda anak saya sedang kritis? Mana tanggung jawab anda sebagai dokter?”

Dokter bedah itu menjawab dalam senyum, “Saudaraku, saya sangat menyesal atas keterlambatan ini. Tadi saya sedang berada di luar, tetapi begitu dihubungi saya langsung menuju ke sini. Semoga anda maklum dan dapat merasa tenang sekarang. Doakan semoga saya dapat melakukan tugas ini dengan baik, dan yakinlah bahwa Allah akan menjaga anak anda”.

Keramahan sang dokter ternyata tidak meredakan amarahan si bapak, bahkan suaranya mengguntur, “Anda bilang apa? Tenang!? Sedikit pun anda tidak peduli rupanya, apakah anda bisa tenang jika anak anda yang sekarat? –semoga Allah mengampuni anda– apa yang akan anda lakukan jika anak anda meninggal?”.

Sambil tetap mengulas semyum dokter menanggapi, “Bila anak saya meninggal saya akan mengucapkan seperti yang difirmankan Allah:
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan, ‘Kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali”.

Dokter itu melanjutkan, “Adakah ucapan belasungkawa yang lain bagi orang beriman?

Maaf Pak, dokter tidak dapat memperpanjang usia tidak juga dapat memendekkannya; Usia di tangan Allah. Dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan putra anda. Hanya saja kondisi anaknya kelihatannya cukup parah, oleh karena itu jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan ucapkanlah ‘inna lillahi wa`inna ilaihi raji’un. Saran saya, sebaiknya anda pergi ke mushalla rumah sakit untuk melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah agar Ia menyelamatkan anak anda”. Tambahnya.

Laki-laki orang tua pasien menanggapi dengan sinis, “Nasehat itu memang mudah, apalagi untuk orang yang tidak punya hubungan dengan anda”.

Sang dokter segera berlalu masuk ruangan operasi.

Operasi berlangsung beberapa jam, lalu sang dokter keluar tergesa-gesa dan berkata kepada orang tua pasien, “Berbahagialah Pak, al?amdulillah, operasi berjalan lancar, anak anda akan baik-baik saja. Maaf, saya harus segera pergi, perawat akan menjelaskan kondisi anak anda lebih rinci.”

Orang tua pasien tersebut tampak berusaha mengajukan pertanyaan lain, tetapi sang dokter segera beranjak pergi. Selang beberapa menit, sang anak keluar dari ruang operasi disertai seorang perawat. Seketika orang tua anak itu berkata, “Ada apa dengan dokter egois itu, tidak sedikit pun memberi kesempatan kepada saya untuk bertanya tentang kondisi anak saya?”

Tak dinyana perawat tersebut menangis terisak-isak dan berkata, “Kemarin putra beliau meninggal dunia akibat kecelakaan. Ketika kami hubungi, dia sedang bersiap-siap untuk mengebumikan putranya itu. Apa boleh buat, kami tidak punya dokter bedah yang lain; oleh karena itu begitu selesai operasi dia bergegas pulang untuk melanjutkan pemakaman putranya. Dia telah berbesar hati meninggalkan sejenak segala kesedihannya atas anaknya yang meninggal demi menyelamatkan hidup anak anda.”

YA ALLAH RAHMATILAH HATI YANG MESKI TERLUKA, NAMUN TIDAK BERBICARA MELAINKAN YANG HAQ

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

qiblati.com

DUA JENIS WANITA

Wahai pemuda, ketika engkau keluar dari rumahmu, engkau akan menjumpai dua jenis wanita:
Wanita yang pertama adalah yang telah tercemari Virus Imro’atul azis (istri Raja)*1 yang menampakkan perhiasannya, semerbak bau minyak wangi tercium harum darinya, seakan-akan ia mengatakan kepadamu: “kemarilah engkau wahai para pemuda…”

Maka dalam kondisi seperti ini, contohlah sikap Nabi Yusuf alaihi salam, palingkan pandanganmu seraya engkau mengucapkan:ma’aadza-llahi (aku berlindung kepada Allah).

Jenis wanita yang kedua, adalah wanita yang menjaga diri dan kehormatannya, ia berjalan dengan penuh rasa malu, keluar rumah disebabkan kebutuhan yang memaksa ia harus keluar dari rumahnya…

Jika engkau wahai pemuda melihatnya seperti pada saat ia naik bus, maka tirulah sebagaimana sikap nabi Musa alaihi salam, bantulah ia, berdirilah dan suruhlah ia duduk di tempat dudukmu KEMUDIAN BERPALINGLAH DARINYA…*2

Jika engkau melakukan yang demikian, maka kabar gembira telah menantimu dengan kebaikan,…

lihatlah bagaimana nabi yusuf alaihi salam ketika beliau menjaga diri dan kehormatanya akhirnya Allah azza wa jalla menjadikannya sebagai penguasa setelah sebelumnya ia seorang budak.

Begitu juga sifat mulia lagi suka membantu yang dimiliki nabi Musa alaihi salam, yang dengannnya Allah ta’ala memberikan kepadanya seorang istri, kedudukan dan tempat tinggal padahal sebelum itu ia adalah seorang yang paling fakir.

هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

*1 Wanita yang tercantum dalam QS Yusuf yang ingin menggoda Nabi Yusuf Alaihis salam
*2 Silahkan baca QS Al Qashash ayat 22 dan seterusnya.

Maraji’ : Adz Dzakiroh al islamiyah Hal. 83

SEKIRANYA INI RAMADHAN TERAKHIR KITA

BISMILLAH,…

Baru kemaren rasanya kita menyambut Ramadhan,.. kini sebentar lagi akan tiba,..

belum lepas dr ingatan kita,.. ramadhan yang telah kita lalui,..

shiyam,.. qiyam… suara2 tilawah al qur’an di masjid2,. di surau2,.. (Masya Allah)..

 

Saudaraku,..

akan tetapi, apa yang tersisa???

betapa, telah banyak Ramadhan telah kita lalui,…

telah memberi perubahan apa dalam diri kita???

 

atau jangan jangan yang kita dapatkan selama ini hanya lapar dan haus dr puasa kita (naudzubillah)

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus.” [Hadits Shahih, Ahmad: II/441 dan 373]

 

lantas, bekal apakah yang telah kita siapkan untuk menyambutnya???

baju baru kah?? sarung?? syrup?? kue2… atau menu2 masakan??

benarkah itu yang harus kita persiapkan sebagai bekal bulan Ramadhan??

Saudaraku (semoga Allah ta’alaa memberikan taufiqNya kepada kita semua)..

Hari hari dalam ramadhan adalah musim bercocok tanam,.. tanahnya subur… air hujan lagi banyak,.. HARI DIMANA ORANG-ORANG SHALIH MENGUMPULKAN PAHALA SEBANYAK-BANYAKNYA…

  • mereka sedikit tidur pada malam harinya…
  • mereka giatkan bekerja dan ketaatan dan ibadah pada siang harinya
  • mereka berlomba lomba meraih kebaikan,..
  • mereka berada di garda terdepan ketika ada kesempatan untuk beramal sholih,…

Bagaimana tidak?? bulan tersebut pahala amal kebaikan dilipatgandakan,.. bahkan,… ada suatu malam YANG LEBIH BAIK DARI SERIBU BULAN..

Sekiranya antum sekalian, saudaraku fillah, memiliki sifat tamak untuk meraih kemuliaan yang tinggi di sisi Allah azza wajalla, kebahagiaan yang haqiqi, keselamatan di dunia dan akherat…

MAKA SEGERALAH BANGUN,.. BUANGLAH RASA MALAS ANTUM,.. GANTILAH KELETIHANMU DALAM BERIBADAH, DENGAN ISTIRAHAT YANG ABADI… IKUTLAH ANDIL DALAM PERNIAGAAN YANG TIADA PERNAH MERUGI INI,…

BELILAH SURGA ILLAHI TA’ALAA YANG SELUAS LANGIT BUMI INI,.. DENGAN SENANTIASA BERAMAL SHOLIH, DAN MEMPERBANYAK IBADAH YANG SYAR’I DI BULAN YANG MULIA INI,..

 

dan tak lain dan tak bukan,.. antum membutuhkan ilmu…

dengan ilmu, antum bisa merasakan kelezatan iman,..

dengan ilmu,.. antum bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Nya..

dengan ilmu,.. antum bisa meraih SurgaNya…

 

Saudaraku,..

sekiranya menjaga waktu sangat diperlukan pada hari2 yang biasa,..

tentunya pada bulan ini, lebih harus diperhatikan,..

sekiranya banyak orang2 sholih, mendapatkan bagian banyak dari pahala2 di bulan mulia ini, maka jangan sampai engkau ketinggalan pula untuk ikut meraihnya,…

 

tidak kah antum pahami??

celaka lah bagi orang-orang yang lalai dalam beramal sholih (“Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan.”  Al Mukminun 99-100)

Tidakkah antum bersedih, ketika Allah ta’alaa membagi hadiah pengampunan kepada hamba-hamabaNya yg Shalih, pulang ke rumah dengan mambawa kebahagiaan,.. sedangkan kita??  

aina nahnu min haa ulaa’i??

 

saudaraku fillah,.. BERKEMAS KEMASLAH,.. IKUTLAH DALAM PERNIAGAAN YANG TIADA PERNAH MERUGI INI,… tidakkah antum iri dengan kisah ini:

  • Qatadah bin Diamah, dalam hari-hari “biasa”, tabi’in ini menghatamkan Al Qur`an sekali tiap pekan, akan tetapi tatkala Ramadhan tiba beliau menghatamkan Al Qur`an sekali dalam tiga hari, dan apabila datang sepuluh hari terakhir beliau menghatamkannya sekali dalam semalam .(Al Hilyah, 2/228).
  • Said bin Jubair, Al Yafi’i menyebutkan sebuah riwayat, bahwa di suatu saat tabi’in ini membaca Al Qur`an di Al Haram, lalu beliau berkata kepada Wiqa’ bin Abi Iyas pada bulan Ramadhan: “Pegangkan Mushaf ini”, dan ia tidak pernah beranjak dari tempat duduknya itu, kacuali setelah menghatamkan Al Qur`an. (Mir’ah Al Jinan)
  • Manshur bin Zadan, termasuk tabi’in yang terekam amalannya di bulan diturunnya Al Qur`an ini. Hisham bin Hassan bercerita, bahwa di bulan Ramadhan, Manshur mampu menghatamkan Al Qur`an di antara shalat Maghrib dan Isya’, hal itu bisa beliau lakukan dengan cara mengakhirkan shalat Isya hingga seperempat malam berlalu. Dalam hari-hari biasapun beliau mampu menghatamkan Al Qur`an sekali dalam sahari semalam. (Al Hilyah, 3/57).

aina nahnu min akhlaqis salaf???

 

untuk itu, marilah kita benar-benar memanfaatkan waktu yang ada ini, untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadapi Ramadhan ini nanti, dan mempersembahkan sebaik-baik ketaatan kita kepada Allah azza wa jalla… karena siapa tahu, jika RAMADHAN INI, ADALAH RAMADHAN TERAKHIR KITA. 

 

Saudaraku fillah,… Semoga Allah azza wajalla memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya,.. dan mengambil Ubun ubun kita kepada jalan kebenaranNya,.. amiin.

dan Semoga Allah menerima amal-amal kita. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada teladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka yang setia. Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

 

Muhammad abu abdilmuhseen

[ di penghujung bulan sya’ban 1433 H / 04.32 sore hari ]Image

Madrasah Ramadhan

bismillah,... #SAFARI DAKWAH ELFATA hadir di YOGYAKARTA dengan tema: MERAIH KEMULIAAN DI BULAN MULIA dengan pemateri Ust. Ahmad Wahyudi BA (alumn madinah international university) Muhammad Abu Abdilmuhseen Insya Allah SENIN 8 JULI 2013 atau 29 sya'ban 1434h jam 08.00 - selesai di MASJID MUJAHIDIN - Kampus UNY Yogyakarta Info: 085726537112 insya Allah disediakan gratis: MAJALAH ELFATA & Buku Panduan RAMADHAN (karya Ust Muh. Abduh Tuasikal) ------------->> terbatas 250 GRATIIIIIIS DAN UNTUK UMUM Acara Ini diselenggarakan oleh Forum Muslim UNY dan FKIM Yogyakarta dan MAJALAH ELFATA

bismillah,…
#SAFARI DAKWAH ELFATA hadir di YOGYAKARTA
dengan tema:
MERAIH KEMULIAAN DI BULAN MULIA
dengan pemateri
Ust. Ahmad Wahyudi BA
(alumn madinah international university)
Muhammad Abu Abdilmuhseen
Insya Allah
SENIN 8 JULI 2013
atau 29 sya’ban 1434h
jam 08.00 – selesai
di MASJID MUJAHIDIN – Kampus UNY
Yogyakarta
Info: 085726537112
insya Allah disediakan gratis: MAJALAH ELFATA & Buku Panduan RAMADHAN (karya Ust Muh. Abduh Tuasikal) ————->> terbatas 250
GRATIIIIIIS DAN UNTUK UMUM
Acara Ini diselenggarakan oleh Forum Muslim UNY dan FKIM Yogyakarta dan MAJALAH ELFATA