Archive for the ‘aqidah’ Category

Pic Whatsapp / Line

Silahkan kalo hendak share Pic ini di Whatsapp, line atau facebook…لا تشق Jagalah Lisan jalan keluar Kebahagiaan khawatir dosa

Iklan

Perayaan Maulud Nabi adalah SYi’ar Islam [?]

Bismillah
pernyataan tentang berbagai acara, Perayaan maulud nabi, perayaan isra’ mi’raj ataupun perayaan malam nisfu sya’ban, seringkali disebut-sebut sebagai salah satu bentuk dari Syi’ar Islam. Benarkah demikian?
Sebelum melakukan pembahasan diatas, perlu bagi kita untuk mengetahui apa itu syi’ar. Syi’ar menurut bahasa adalah lambang atau tanda. Bearti Syiar Islam adalah: lambang atau tanda dari ajaran Islam / Ibadah yang didasari dari ajaran Islam.

Menilik dari pernyataan diatas, bearti, Majelis Taklim, Masjid, Berpakaian Sunnah, Shalat berjamaah, membaca Al Qur’an merupakan pula dari salah satu Syi’ar Islam.

Saudaraku Fillah…
Tetapi ketika kita melihat kembali terhadap acara-acara seperti perayaan Maulud Nabi, Perayaan Isra’ mi’raj ataupun perayaan malam nishfu sya’ban, meski nanti didalamnya terdapat kajian-kajian yang apabila dilakukan secara normal bisa menjadi Syi’ar Islam, tetapi perayaan-perayaan tersebut tetap bukanlah sebuah perayaan yang yang disyari’atkan dalam agama ini, bahkan para Ulama telah menjelaskan tentang kebid’ahan acara-acara tersebut. Maka, bagaimana kiranya sebuah Acara Bid’ah menjadi SYIAR dalam agama Islam?!?

Saudaraku Fillah…
Berbagai bentuk amaliah yang disana tidak ditopang dalil Shahih yang mensyariatkannya, tidak akan bisa menjadi Syi’ar Islam, meski dicantumkan Label Islami besar-besaran. Karena, Syiar Islam baru absah, jika telah relevan dengan ajaran Islam, yang disini maksudnya adalah terdapat Hujjah yang mensyariatkannya. Untuk itu, kita tidak boleh terjebak pada sebuah amaliah yang hanya dilabeli dengan label “Islami” belaka, karena betapa banyak sekarang ini, yang diberikan label Islami, tetapi kenyataanya, justru substansinya jauh dari nilai Islam itu sendiri.
Jadi ketika terdapat sebuah perayaan ataupun amaliah-amaliah yang bernilai ibadah, kita perlu mengilmui terlebih dahulu, ada atau tidaknya Dalil Shahih yang mensyari’atkannya, begitu pula penting untuk mengetahui Syarah (penjelasan) dari para ulama jika hadits yang dibawakan adalah Hadits yang shahih, bisa jadi, dalilnya benar, tetapi dia salah dalam memahami maksud hadits yang dijadikan sebagai hujjah amaliah tersebut.

Betapa Nabiyullah Muhammad n telah memberikan peringatan kepada kita:
دعاة إلى أبواب جحنّم من أجا بهم إليها قذفوه فيها
“(akan muncul) Da’i-da’I yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam, barangsiapa yang menyambutnya, pasti akan tercampakkan kedalamnya (neraka)”.
(HR Bukhari, Bab: Al Fitan).

Jika begitu keras tahdzir dari beliau terkait hal tersebut, maka sangat perlu bagi kita untuk mengetahui solusi dari permasalahan ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah berwasiat kepada umatnya tentang jalan keluarnya, yakni:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
[رَوَاه داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat“
(Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, beliau berkata : hasan shahih)

Sebuah wasiat yang agung, yang mampu memberikan solusi di setiap permasalahan dari segala bentuk peribadahan. Dan patut pula kita menerapkan kaidah yang bisa kita jadikan sebagai pegangan:
لوكان خيرا لسبقونا إليه
Sekiranya perbuatan itu baik, tentu mereka (para shahabat) lebih dahulu melaksanakannya.
Jadi telah jelas, yang merupakan Syiar atau lambang atau tanda Islam adalah segala amaliah peribadahan yang didasari dengan landasan syariat yang shahih, karena segala bentuk peribadahan ini, terlarang dilakukan, melainkan ada Hadits shahih yang mensyari’atkannya.

عبداللّه بن مسعود رضي اللّه عنه: إتّبعوا ولا تبتدعوا، فقد كفيتم.
Abdullah Ibn Mas’ud radhiallahuanhu: Hendaklah kalian mengikuti (Rasulullah) dan janganlah kalian berbuat Bid’ah, Sungguh kalian telah dicukupi (dgn Islam ini).
(HR Ad Darimy I/69, Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah – al laalikaa’i)

Penutup.
Saudaraku Fillah (barokallahu fiikum)
Meski demikian, tidak boleh bagi kita dengan mudahnya mengecam para pelaku bid’ah (yang menganggap perayaan-perayaan bid’ah sebagai suatu bentuk syi’ar Islam) sebagai ahli bid’ah, sesat, ahli neraka dan lain sebagainya. Karena betapa banyak dari mereka para pengusung bid’ah tersebut, adalah merupakan orang-orang yang tidak juga paham tentang substansi sesungguhnya dari acara-acara yang mereka lakukan, mereka sangat membutuhkan dakwah kita, mereka harus dijelaskan tentang kebathilan amaliyahnya, tapi tentunya dengan cara yang hikmah, santun dan mengedapnkan akhlaq yang baik dalam kita berdakwah kepada mereka.
Indah sekali Nasehat yang telah disampaikan oleh Asy Syaikh Abdul Azis bin Baaz rahimahullah:
هذا الصر عصر الرّفق والحكمة، و ليس عصر الشّدّة. فالنّاس أكثرهم في جهل، في غفلة وإيثار للدّنيا فلابدّ من الصّبر، ولا بدّ من الرّفق حتّى تصل الدّعوة إليهم وحتّى يعلمون

“Zaman ini, zaman (berdakwah dengan) lemah lembut, sabar dan Hikmah (bijaksana), bukan zaman (berdakwah dengan) keras… Kebanyakan manusia tidak mengerti, lalai dan lebih mengutamakan dunia, maka haruslah sabar, haruslah dengan kelemahlembutan, sehingga dakwah itu bisa sampai kepada mereka dan mereka dapat mengetahui”

نَفَعَنِيَ اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِهَدْيِ كِتَابِهِ، وَبِسُنَّتِهِ نَبِيِّهِ
أقول قولي هذا وأستغفراللّه لي ولكم، إنّه هو الغفور الرّحيم

اللّهم لا علم لنا إلا ما علمتنا، اللّهم علمنا ما ينفعنا وزدنا علما وأصلح لنا شئننا كلّه ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين

و كتب، الرّا جي عفوربّه الغفور، أبوعبد المحسن محمّد طارق
19 Rajab 1433H // 29 Mei 2013 18:37 malam.

BEKAL MENUJU NEGERI AKHIRAT

Image

Bismillah
Allah Ta’ala Berfirman, Yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Saudaraku Fillah,…
Hadirilah, KAJIAN ISLAM ILMIAH
Dengan Pemateri:
Al Ustadz Abdurrahman Hamzah hafidzahullah
(Pengajar Ma’had Imam Bukhari Solo)
dengan Materi:
BEKAL MENUJU NEGERI AKHIRAT
Insya Allah Sabtu Sore
02 Maret Jam 16.30 – Maghrib
di kampus II SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta
(Kebonan, Sriwedari)

Rute: Dari kios buku-buku belakang Sriwedari, Bagian barat,.. gang paling barat masuk (tandanya ada pos Ronda) masuk k selatan sampe pertigaan, belok kiri gedung no 3

Info: 087835462291

BILA HAK ALLAH TA’ALA DIDAHULUKAN

LPBA Imam Asy Syafi’i Surakarta
mempersembahkan

KAJIAN ISLAM ILMIAH.
dengan materi:
BILA HAK ALLAH AZZA WA JALLA DI DAHULUKAN
pemateri:
UST. AFIFI ABDUL WADUD BA
(alumn AL madinah international university)

Insya Allah selasa, 20 november 2012
bakda ashar – selesai
di masjid sholihin.
(1 kompleks dengan SDIST IBNU QOYYIM)

utara monumen pers/hotel sahid

Informasi:
putra: 087835462291
putri: 087736372188

acara ini diselenggarakan oleh:
LEMBAGA PENDIDIKAN BAHASA ARAB IMAM ASY SYAFI’I
bekerja sama dengan takmir masjid Sholihin

dan didukung (insya Allah di relay)
di RADIO SUARA QUR’AN 94.4 FM

JIHAD, dan semangat pemuda

BISMILLAH..

Segala puji hanya kepada Allah azza wajalla, yang telah memberikan taufiq, karunia dan segalanya…

Maha Suci Allah Jalla Jalaluhu yang telah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’

(Q.S. AL-Maidah: 8)

Saudaraku Fillah,.. demikianlah sikap seorang muslim, terlebih yang mengaku sebagai ahlussunnah, sebagaimana dikatakan:

“Sesungguhnya Ahlussunnah adalah pertengahan di antara berbagai kelompok”

yakni, maksudnya adalah antara sikap berlebih-lebihan (ghuluw) ataupun sikap meremehkan (tafrith)..

dan ma’ruf kita ketahui, bahwa manusia mempunyai musuh yang nyata yaitu syaithan, yang senantiasa meniupkan fitnah syahwat dan syubhatnya, sehingga akan tergelincir, dan menjadi bala tentaranya (Allahul Musta’an)

di antara fitnah syubhat dalam perkara ibadah ini, yang banyak di gelincirkan adalah, salah satu dr syariat agama Allah azza wa jalla, JIHAD.

betapa banyak sekarang ini yang menggembor-genborkan jihad, dari mulai berdemo yang banyak menimbulkan mafsadat, mengkafirkan saudara muslim, hingga bom bunuh diri yang jelas2 dilarang oleh Allah azza wa jalla,..

JIHAD bukanlah perkara remeh lagi enteng, jihad merupakan perkara penting yang memiliki peranan besar dalam islam. perkara ini menyangkut keberlangsungan dakwah islam, maupun eksistensi kaum muslimin.

OLEH KARENA ITU, WAJIB PERKARA YANG SATU INI – SEBAGAIMANA PULA IBADAH YANG LAINNYA- DIBANGUN DI ATAS ILMU YANG BENAR SERTA SIKAP ADIL TERHADAP KEBENARAN, YAKNI DILAKSANAKAN KARENA ALLAH AZZA WA JALLA DIATAS SUNNAH SUNNAH RASULULLAH MUHAMMAD BIN ABDILLAH SHALLALLAHU ALIHI WASALLAM DENGAN PEMAHAMAN SALAFUL UMMAH. BERSIKAP TENGAH (‘adil), SESUAI TIMBANGAN SYARIAT, TIDAK BERLEBIHAN (ghuluw), ATAUPUN MEREMEHKAN (tafrith). INILAH SIKAP AHLUSSUNNAH.

tidak hanya bermodalkan semangat! hanya bermodalkan emosi, tanpa ilmu, ditambah tersebarnya opini, fatwa2 serampangan, tulisan2, media massa serta jauhnya ummat dari para ulama rabbani, alhasil, yang akan terjadi adalah sebuah fitnah! kerusakan, kemadharatan dan terbunuhnya jiwa kaum muslimin sendiri, allhul musta’an.

ketika melihat sebuah tayangan tentg keterpurukan ummat, penindasan, penganiayaan oleh bangsa2 kafir.. semua ini terekam oleh jiwajiwa yang bersemangat juang tinggi dan peka, maka tentunya akan ingin tergesa mengambil tindakan untuk mengambil hasil lebih cepat, dengan solusi hebat guna mengangkat ketertindasan, meraih kemuliaan, minimal dendam terbalaskan (menurutnya)! allahul musta’aan.

teringat puisi seseorang:

Tangismu wahai bayi-bayi tanpa kepala… dibentur di tembok-tembok Palestina…

Jeritmu wahai bayi-bayi Afghanistan …

yang memanggil-manggilku tanpa lengan… dieksekusi bom-bom jahannam… milik setan Amerika dan Sekutu…

saat ayah bundamu menjalani Ramadhan! Ini aku, saudaramu… ini aku, datang dengan secuil bombing… kan kubalaskan sakit hatimu… kan kubalaskan darah-darahmu… darah dengan darah… nyawa dengan nyawa!… qishash!

BUKAN MUSTAHIL, jika para pemuda terpanaseraya berkata: WOOOW KEREEEEN!!!! PAHLAWAN SEJATI!!

saudaraku fillah,..

semangat dan perasaan memang dapat menggiring seseorang -sekalipun ahli ibadah- kepada amal perbuatan yang salah.

kurangnya ilmu atau KEKELIRUAN MEMAHAMI ILMU YANG SHAHIH, serta jauh dr bimbingan ulama rabbani, ditambah dengan rasa percaya diri yang tinggi dan seruan ahlul bathilkesemuanya dapat melahirkan pelampiasan dengan cara yang gegabah! boombing serampangan yang tidak pada tempatnya, tetapi justru menyebabkan muslim lainnya menjadi tidak berlengan akibat bom nya,. di samping juga dr pihak2 korban yang terlindungi oleh syariat.

bisa2 dikatakan:

“melihat kondisi semacam ini, dimana jutaan darah kaum muslimin tumpah ruah, kehormatan mereka dicabik cabik oleh tentara amerika dan sekutunya, pantaskah kaum muslimin lainnya berpangku tangan???”

TIDAK PANTAS DEMI ALLAH!, tapi kemudian jika meledakkan bom di sembarang tempat, itu jauh lebih tidak pantas! karena bukannya kemashlahatan ummat yang di dapat, justru kemadharatan yang lebih besar yang terjadi.

miris pula ketika melihat realita di negara kita sekarang ini,..

betapa banyak orang yang sangt minim ilmu agama, tetapi mudah sekali menjatuhkan vonis kafir!!! hanya berdasarkan ilmu dr buku atau internet, atau penafsiran mereka,.. dan tidak sedikit yang hobby mencemooh pemerintah serta instansinya, akan tetapi di sisi lain, istri dan anak-anaknya ‘hidup’ sehari-hari di situ. kenapa tidak menjadi seorang hamba yang dapat berterima kasih??? lihaaat, betapa ia dapat beribadah dengan bebas di negeri indonesia, lihat, betapa jalan2 tertib dengan adanya rambu-rambu sehingga perjalanan kita aman (biidznillah).. lihat betapa kita mudah mendapatkan kebutuhan perlengkapan kita sehari-hari???

miris pula jika kita melihat tulisan2 di stiker, di kaos bahkan buku-buku serta majalah mereka yang banyak berisi gambar bernyawa!!! serta seruan2 emosional ,.. yang penting seru, heroik, nge-fight! (mungkiin ini dlm benak mereka)

saudaraku fillah,..

syaikh sholih fauzan bin fauzan hafidzahullah:

“jihad akan terus ada hingga hari kiamat, akan tetapi harus berjalan sesuai dengan aturan aturan syari’at serta batasan batasan yang terjaga, sehingga menjadi jihad yang benar dan tidak ada kekacauan di dalamnya.

maka apabila jihad dilakukan sesuai dengan cara-cara yang di syariatkan, niscaya akan memperoleh hasil yang baik. sebagaimana yang telah diraih oleh generasi awal ummat ini.”

(muhadharah syaikh di al jami’ al akbir riyadh)

syikhuna abdulmuhseen al abbad al badr hafidzahullah:

“bertaqwalah kalian kepada Allah jalla jalaluhu atas diri-diri kalin wahai para pemuda, janganlah kalian (rela) menjadi mangsa syaithan sehingga kalian mendapatkan kerugian dan di adzab di akherat kelak..

takutlah kalian kepada Allah azza wajalla tentg urusan darah-darah yang terjaga serta harta-harta yang dihargai.

bangunlah dari tidur kalian, dan sadarlah, jangan lah kalian menjadi tunggangan syaithan untuk membuat kerusakan di muka bumi.”

kita memohon kepada Allah azza wajalla agar meninggikan kalimat-NYA serta menghinakan musuh-musuh-Nya.

semoga shalawat serta salam tercurah atas nabikita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, beserta keluarga, para shahabat-shahabatnya, serta orang-orang yang senantiasa mengikuti beliau hingga akhir zaman.

jazaakallahu khairal jazaa akhuna higa.

abu abbdilmuhseen // 04 syawal 1433 H // 10.15 WIB

BAGAIMANA KITA MEMAHAMI TAKDIR?

bismillah,..

hadirilah kajian islam ilmiah
BAGAIMANA KITA MEMAHAMI TAKDIR?pemateri: Ust Mujahid Abu kholil
(alumn darul hadits ma’rib yaman)insya Allah ta’alaa diselenggarakan pada:
Ahad 7 jumada tsaniyah 1433 H // 29 APRIL 2012
di Masjid AL IKhlas Jirapan – Masaran Sragen

info: 081329250400

Dauroh AQIDAH syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-

bismillah..

dengan mengharapkan Ridho Illahi
HADIRILAH
DAUROH AQIDAH
SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AT TAMIMI rahimahullah

dengan pemateri:
Ust. Abu Ubaidah Yusuf Mukhtar As Sidawi
Insya Allah Ta’alaa
24-25 Rabiul Tsani 1433 H
17 – 18 Maret 2012

Jam sabtu (17) 15.00 – 21.30
Ahad 06.30 – 14.00

di Masjid Jami’ Al Utsaimin
Pondok Al Ukhuwah – Sukoharjo

Info: www.suaraquran.com
www.abuabdilmuhseen.wordpress.com