PETAKA ITU BERNAMA UJUB

Bismillah…

berhati-hatilah terhadap perangkap Iblis,…korban dari godaan ini begitu banyak,.. salah satunya adalah;

IA YANG MENYUKAI PUJIAN BERSIFAT TINDAKAN!

ada yang datang dari sisi tersebut, ada pula yg datang dari sisi KECINTAAN KEPADA PUJIAN YANG BERUPA PERKATAAN!,..

dia yang dipuji, sadar benar, dia lebih tahu hakekat tentang diri mereka sendiri,..

tetapi panah UJUB, telah merasukinya, dia telah tertipu,.. dia telah terlena!

ada sebagian kita yang dia tampil seakan-akan sebagai pemberi nasehat yang dipercaya, yang mengetahui adab dunia dan agama.

Lihatlah pada diri kita,..apakah kita termasuk menjadi orang yang senang, membusung dadanya, tersenyum-tersenyum sendiri, ketika apa yang kita utarakan entah berbentuk tulisan atau ucapan mendapatkan PUJIAN???

tetapi ketika yang menghampiri kita berupa kritikan, nasehat, maka keadaan akan berubah drastis…

dada akan terasa sesak, nafas tersenggal,… sehingga berujung pemutusan hubungan pertemanan (entah itu di dunia ata di dunia maya)…

setiap orang diantara kita, bahkan akan memujinya, menyematkan kata kata sanjungan,.. seakan-akan mereka hanya melihat kebaikan-kebaikan,..

ketahuilah, jurang perangkap Iblis bisa berawal pula dari sini,… sehingga perangkap ujub menjebak kita…

alhasil, segala apa yang hendak diutarakan, orientasinya adalah keridhaan manusia,.. karena telah terkena perangkap syahwat tersebut…

 

Saudaraku, pahamilah perkataan para salafuna Shalih terdahulu ini, barangkali bisa menjadi secerah nasehat..

Fudhail Ibn Iyadh rahimahullah: ” Sesungguhnya diantara tanda orang MUNAFIK adalah MENYUKAI PUJIAN KARENA SESUATU YANG TIDAK ADA PADA DIRINYA, dan MEMBENCI KRITIKAN KARENA SESUATU YANG ADA PADA DIRINYA, SERTA MEMBENCI ORANG-ORANG YANG MENGETAHUI DENGAN MATA KEPALANYA” ((Al Akhfiya’ 155)

Bisyr Ibn Al Harits rahimahullah: “Orang yang menyukai popularitas, bearti bukan orang yang bertaqwa kepada Allah ta’ala” (Nuzhat al Fudhala’)

Ibnul Jauzy rahimahullah: “Jujurlah dalam batinmu niscaya engkau akan melihat apa yang engkau sukai menurut lahirnya” (Al Bilal, Minhaj at tabi’in)

Yusuf Ibn Asbath rahimahullah: “Tiada sesuatu yang benar-benar ingin diselesaikan oleh orang yang beribadah, selain menghindari kesukaan dipuji, dan menginginkan sanjungan manusia” (Dzamm Ar Riya’)

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah: “Jika engkau tdk ujub terhadap dirimu sendiri, maka janganlah engkau menyukai pujian manusia. Karena dengan pujian mereka itu, berarti engkau suka jika mereka memuliakan dirimu karena amalmu, dan merekapun melihat adanya kedudukan dan kemuliaanmu yang terpatri di dada mereka” (Shara’i al Mada’ih Al Khams) 

Abdullah bin Mubarak juga pernah berkata, ‘Jadilah orang yang  menyukai status tersembunyi (tidak terkenal) dan membenci popularitas. Namun jangan engkau tampakkan bahwa engkau menyukai status tesembunyi itu sehingga menjadi tinggi hati. Sesungguhnya klaim sebagai orang zuhud yang berasal dari dirimu sendiri, justru mengeluarkanmu dari kezhuhudan itu sendiri. Karena dengan cara itu, kamu telah menarik pujian dan sanjungan untuk dirimu.’ (Shifat ash Shafwah)

Saudaraku fillah…Sungguh Allah Azza wa jalla menyukai orang-orang yang bertaqwa, dan gemar melakukan amalan shalih..

yang mana bila ia tidak hadir, ia tidak dicari,…

jika ia hadir, ia tidak dikenal ataupun diperhatikan

 

mereka adalah pelita petunjuk yang keluar dari tempat yang gelap..

karena jika apa yang menjadi tujuanmu adalah mencari keridhaan Allah ta’ala,..

maka, kuatkan tekadmu untuk mentaati Allah azza wa jalla,.. dan bertaqwalah engkau kepadaNya, dalam keramaian, ataupun kesendirianmu…

Lihatlah betapa uwais Al Qorony rahimahullah dikenal oleh penghuni langit, tetapi beliau tidak dikenal oleh penghuni bumi,… jadilah sepertinya…

sehingga penyakit ”Ujub akan dengan mudah kita tepis (biidznillah)…

Wahib ibn Al Ward rahimahullah: “janganlah engkau mencaci Iblis secara terang-terangan tetapi engkau menjadi temannya secara sembunyi-sembunyi, apakah engkau ingin mencari pujian di hadapan manusia? sementara engkau dicela Rabb Manusia? apakah engkau ingin dicintai penghuni bumi, sementara penghuni langit membencimu??” (Shifat ash Shafwah) 

Yaa Allah sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari kejahatan diri kami. Yaa Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan dan amal kami dari riya’

refrensi:

Al Akhfiya’Walid ibn Sa’id bahakam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: