KEMULIAAN SEORANG MUSLIMAH DENGAN MENJAGA KEHORMATANNYA

Ustadzah Diana ummu Fauzan

Pengajar Islamic Center Bin Baaz & SDIST Yaa Bunayya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah memberikan bingkisan istimewa, yang diperuntukkan bagi kaum wanita, sebuah tuhfah nabawiyah yang memiliki kandungan makna begitu agung, yakni ketika beliau  bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْشَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِىالْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan),serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana sajayang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. SyaikhSyu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsini shahih)

Renungkanlahwahai saudariku, betapa engkau telah mendapati kebaikan yang menyeluruh,taktala engkau mau dan melaksanakan kandungan-kandungan dari nasehat nabawiyahtersebut? Bukankah pula wasiat tersebut adalah hal yang ringan untukdikerjakan? Akan tetapi tidak sedikit dari kaum wanita kurang untuk memperhatikkannya, benarlah apa yang telah Allah jalla fil’ula firmankan:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاوَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Ruum: 7)

Disini,dirisalah kecil ini, Insya Allah akan saya sampaikan perihal salah satu sebabyang mampu mengantarkan seorang wanita kepada Surga Allah ta’ala, yakni: kesucian seorang muslimah yang menjaga kehormatannya.

Saudariku Muslimah,…

Orang yang memiliki ghirah yang besar dalam agama yang hanif ini, tentunya akan sangat perih hatinya ketika didapati seorang wanita yang dia kurang dalammenjaga kehormatannya, membuka aurat tanpa rasa malu, menampakkan keindahan tubuhnya, banyaknya mereka yang keluar rumah tanpa ada udzur, bahkan ikhtilathdan tabbaruj telah menjadi menu kesehariaanya.

Jikalau demikian, apa yang nanti akan ia katakan dihadapan Rabb azza wa jalla?

Wallahi,Allah telah menghitung setiap amal perbuatan, Allah azza wa jalla pulamengawasi setiap gerak-gerik yang kita lakukan, dan tiada satu lafadz katapun yang terluput dari-Nya, bagaimana kiranya Allah ta’ala nanti meminta pertanggung jawaban dari setiap dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat?Ketika dikatakan kepadanya: “Bacalah Kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktuitu sebagai penghisap terhadapmu”, dengan apa ia akan menjawabya?

Allahta’ala berfirman:

  اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا  

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS Al Isra’ : 14)

Kalimat Rabbaniyah diatas adalah tahdzir bagi kita semua, dan hendaknya setiap kita,mampu untuk mengambil pelajaran dari ayat tersebut, agar kita mampu menjadihamba yang bisa mengisi hari-hari yang kita lalui ini dengan menabur benihketaatan kepada Allaj azza wa jalla.

Saudariku Muslimah, semoga Allah ta’ala memberikan keberkahanNya kepada kita semuanya… “agamaa dalah Nasehat” begitulah kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, makadisini pula, ana sampaikan nasehat kepada Saudariku seiman…

Bertaqwa

Bertaqwalah kepada Allah ta’ala, dalam kesendirian ataupun dalam keramaian, sungguh jalan ketaqwaan tidak hanya akan membawa kebahagiaan bagi anda, namun orang-orang disekitar anda pula, akan merasakannya. Begitu pula seorang Muslimah yang bertaqwa,dia akan mampu menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan hakikidi akhirat kelak (biidznillah), karena itulah kebahagiaan yangs esungguhnya. Berat memang, dia harus bersabar menghadapi badai cobaan, jalanterjal yang memang harus dilalui.

MenjagaKehormatan dengan berhijab.

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yangtelah disyariatkan dalam Islam. Bukankah mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan shahabiah dangenerasi setelahnya. Saudariku, Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan(ghirah). Tetapi, ironisnya, betapa banyak dari saudari kita, yang mereka menisbatkan diri pada islam, keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, dan bahkan tidak sedikit mereka bersolek dan bertabaruj tanparasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

 Tetaptinggal di rumah adalah kemuliaan wanita

Saudariku seiman…

Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan, sesuai dengan fitrah seorang wanita, yang dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya.

وَقَرْنَ فِيْبُيُوْتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Perintah untuktetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri dihadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Manakala seorang wanitamenampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajibmengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Ketika adakebutuhan darurat, maka seorang wanita mendapatkan rukhshoh (keringanan) untukkeluar rumah, tetapi hendaknya senantiasa merasa dalam pengawasan Allah azza wajalla atas segala gerak-gerikmu sampai sekembalinya ke rumah.

TinggalkanTabbaruj dan ikhtilath

Bersoek merupakanfitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atauteman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Malangnya, dengan segala yang dikenakan itu, mereka tampil di jalan-jalan, mal-mal, atau ruang publiklainnya. Alhasil, bukan pesona yang mereka tebar tapi justru fitnah.Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akanmemperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yangdisebut dengan tabarruj model jahiliyah.

Ibnul Atsir  berkata:“Tabarruj adalah menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram (ajnabi). Perbuatan seperti ini jelas tercela. Adapun menampakkan perhiasan kepada suami, tidaklah tercela. Inilah makna dari lafaz hadits, ‘(menampakkan perhiasan) tidak pada tempatnya’.” (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Menjaga kesucian dengan menikah

Saudariku, Semoga Allah ta’ala menjagamu… Manusia,telah diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah ta’ala, dan merupakan fitrahpula diantaranya, timbul rasa kasih sayang, dan Islam telah memberikan solusi berupa pernikahan, Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dankehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam danuntuk menjaga agama serta kehormatannya.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untukbisa bersabar di setiap perkara yang kita hadapi. Baik itu dalam ketaatan kitakepada Allah dan menjauhi maksiat kepadaNya, juga dalam menetapi taqdirNya yangtidak pernah kita dapat mengira dan menyangkanya. Hanya Allah tempat memintapertolongan, Allāhu a’lam.

(Risalah ini di tulis di majalah Lentera Qolbu, Edisi Fitnah akhir zaman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: