KETIKA AL QUR’AN SEBATAS DIBACA

Bismillah.

syaikh abdurrazzaq bin abdilmuhseen al abbad al badr hafidzahullah.

Hendaklah seorang mukmin tahu bahwa bertambahnya keimanan yang ditimbulkan dengan membaca al-qur-an, tidak akan pernah terwujud kecuali bagi orang yang meperhatikan pentingnya memahami al-qur-an dan mengamalkannya. Bukan hanya dengan membaca tanpa memahami dan menghayatinya. Berapa banyak orng yang membaca al-qur-an sementara al-qur-an menjadi hujjah dan musuh besarnya pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Nabi:
“sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini beberapa kaum dan menjatuhkan kaum yang lain (HR.Muslim,1/559)”

Beliau juga bersabda:
“Dan al-qur-an itu bias menjadi hujjah (yang bermanfaat) untukmu atau menjadi hujjah yang akan membinasakanm”
(HR. Muslim, 1/203)

Al-qur-an akan menjadi hujjah yang bermanfaat dan menambah keimanan jika anda mengamalkannya. Al-qur-an pun bias menjadi hujjah yang akan membinasakan bahkan bias mengurangi keimanan jika anda mengabaikannya dan melalikan petunjuk-petunjuknya.

Qatadah Rahimahullah berkata: “jika seseorang selesai menghadiri majelis al-qur-an,maka ia akan bertambah (keimanannya) atau berkurang” (HR.Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd (hal.272), al-Ajurri dlm Akhaaq Hamalatil Qur-aan (hal.73), al-Marwazi dlm Qiyamul Lail (hal.77 ringkasan), dan al- Baghawi menuturkannya dalam Tafsirnya (II/133)

Al-HasaN al- Bashri Rahimahullah berkata: keika menjelaskan makna tadabbur al-Qur-an
”…Demi Allah, tadabbur itu bukan menghafal huruf-hurufnya sementara petunjuknya dilalaikan. Seseorang yang berkata,’Aku telah membaca al-Qur-an semuannya dengan tidak meninggalkannya satu huruf pun,’demi Allah, dia telah meniggalkan semua hurufnya, karena al-Qur-an tidak terlihat di dalam akhlak dan amalnya. Walaupun seorang di antara mereka berkata,’sesungguhnya aku membaca satu surat (dari al-Qur-an) di dalam diriku (hafal di luar kepala),’demi Allah mereka bukan para ahli di dalam membaca al-Qur-an (Qurraa’), bukan para Ulama, bukan orang-orang bijak dan bukan pula orang-orang wara’. Seandainya para Qurraa’(ahli baca al-Qur-an) kriterianya hanya seperti mereka, niscaya Allah akan memperbanyak orang-orang seperti mereka.
(HR.’Abdurrazzaq dalam Mushannafnya (III/363), Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd (hal.274), al-Ajurri dalam Akhlaaq hamalatil Qur-aan(14), al-Marwazi dalam Qiyaamul lail (hal.76 ringkasan).

Semoga Allah ta’ala melimpahkan rahmat-Nya kepada al-Hasan rahimahullah. Apa yang akan beliau katakana jika melihat para Qurra’di zaman kita sekarang ini? Mereka telah terkena fitnah dengan berlabihan dalam melagukan, melafazhkan huruf dan memperindahnya, sementara mereka melalaikan petunjuk-petunjuknya. Orang-orang yang mendengar bacaannya hanya tertuju pada pelafazhan huruf dan lagunya, tanpa memperhatikan dan merenungkannya.

Saya tidak bermaksud menyalahkan sikap membaguskan pembaca al-Qur-an, memtartilkannya, melagukan, atau memperindah di dalam mengucapkan huruf-hurufnya dan dibuat-buat di dalam melagukannya, tanpa memperhatikan atau peduli akan segala perintah yang dengannya al-Qur-an di turunkan. Anda tidak melihat kebanyakan mereka mejadi orang yang wara’dengan menegakkan hokum Allah. Bahkan, anda pun tidak melihat dari mereka orang yang menegakkan al-Qur-an, baik dalam akhlak maupun dalam pengamalan.

Maka anda akan mendapati sebagian dari mereka, ada seorang hafizd (yang hafal) al-Qur-an yang bagus di dalam melafazhkan setiap huruf-hurufnya,akan tetapi jenggotnya dibersihkan atau celananya dipajangkan melebihi mata kaki. Bahkan ada yang melalaikan sholat secara keseluruhan, meninggalkan berjama’ah, atau melakukan berbagai kemungkaran yang lainnya. Bahkan salah seorang di anara mereka menjadikan bacaan al-Qur-an sebagai pembuka bagi acara nyanyian wanita-wanita fasiq. (!!!)

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Dia membaca ayat-ayat yang mulia sebelum nyanyian-nyanyian itu di lantunkan. Mahasuci firman Robb kita dari kotoran yang di lemparkan oleh orang-orang seperti mereka.

Ibnul’Arabi Rahimahullah berkata: ketika mensifati para Qurra’ di zamannya yang sibuk dengan melantunkan huruf-huruf al-Qur-an sementara mereka melalaikan aturan-aturannya,bahkan perbuatan tersebut di jadikan sebagai sebuah profesi, padahal al-Qur-an di turunkan untuk di amalkan. Beliau berkata,

”Semenjak bacaan tersebut menjadi sebuah profesi, maka mereka menyuarakannya dan berlomba dengannya. Mereka menghabiskan umur-umur meraka –sementara mereka tidak membutuhkannya- hanya untuk melakukan hal itu. Salah seorang di antara mereka meninggal dan telah menegakkan al-Qur-an sebagaimana sebuah gelas ditegakkan, yakni hanya sebatas lafazh, dan dia telah memecahkan sebuah wadah, tidak ada satu makna pun yang melekat pada dirinya.”
(Al-‘Awaashim minal Qawaashim(II/486) dalam kitab Aaraa’Abi Bakr bin al-‘Arabi al-Kalaamiyyah, karya ‘Ammar ath Thalibi).

Ibnul Qoyyim Rakhimallah telah menuturkan kaidah yang sangat agung dan besar manfaatnya di dalam masalah ini, yakni, “Jika anda hendak mengambil manfaat dari al-Qur-an, maka satukanlah hatimu ketika membaca dan mendengarkannya. Pasanglah pendengaran anda dan hadirlah seperti kehadiran orang yang diajak berbicara langsung oleh AllahAzza wa jalla”
(Al-Fawaa-id (hal.5), dan lihat al-Fataawaa Ibni Taimiyyah (XVI/48-51)dan(VII/236,237).

Barang siapa melaksanakan kaidah ini dan berjalan dengan manhaj (metode) seperti ini ketika membaca dan mendengarkannya, maka ia akan mendapatkan banyak ilmu beserta amal sekaligus. Imannya akan bertambah dan kuat sekuat gunung yang amat tinggi. Hanya kepada Allah kita memohon semoga kita diberikan pertolongan untuk malakukannya, dan untuk segala kebaikan.

diketik dari kitab asbab ziyadatul iman wa nuqsanihi.

(terj. Pasang surut keimanan, karya asy syaikhuna, abdurrazzaq bin abdulmuhseen al abbad al badr hafidzahullah. Pustaka Ibnu Katsir)

Abu abdilmuhseen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: