Ibuku bertanya, Kapan Puasa Ramadhan tahun ini?

BISMILLAH…

Kemarin,… dan siang tadi terjadi dialog ringan..

KAPAN MULAI puasa RAMADHANnya???

 

Ibuku (semoga Allah ta’alaa menjaga engkau, memberikan taufiq hidayahNya, serta diistiqamahkan di atas Sunnah)

Puasa Ramadhan, adalah ibadah,.. bahkan ibadah yang begitu agung..

 

  • * “Sesungguhnya Shiyam (puasa) sebagai benteng, dengannya seorang hamba dapat membentengi dirinya dari An Nar (neraka). Dia (puasa itu) untukku dan Aku yang akan membalasnya. ” (HR. Ahmad no. 14727)
  • *Shahabat Abu Umamah radliyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dengan amalan tersebut aku bisa masuk Al Jannah!” Beliau bersabda: “Wajib bagimu utk berpuasa, tidak ada yang sebanding dengannya. ” (HR. An Nasa`i, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

bulan dimana pahala amal kebaikan dilipatgandakan…

  • “Setiap amalan Bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat. (HR. Muslim no. 1945)

jadi alangkah rugi sekali jika kita menyia nyiakannya wahai ibuku… dan sepantasnya kita bergembira dengan datangnya bulan yang penuh barakah ini (Ramadhan).. tapi kapan, kapan dimulainya berpuasa di bulan tersebut,.. sedang telah beredar jadwal2 dr organisasi fulan,.. ato ormas fulan,. ato produk fulan yg telah menyatakan jauh hari, bahwa puasa jatuh pada Hari H… salahkah???

Penentuan awal puasa, adalah ibadah…

kapan dimulainya berpuasa, cara2nya pun harus sesuai dengan apa apa yg telah di contohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sedang apakah Rasulullah shalallallahu alaihi wasallam dalam menentukan awal Ramadhan menggunakan Hisab? apakah para shahabat radhiallahu anhum ajmain dan generasi2 terbaik setelahnya tidak paham tentang hitung-hitungan??? MEREKA PAHAM, tetapi dalam menentukan awal ramadhan tidak menggunakan metode demikian,… karena kekasih mereka (muhammad bin abdillah shallallahu alaihi wasallam) tidak mencotohkan yang demikian,..

 

————-

pembahasan: (tidak ada dlm dialog)

Menentukan awal ramadhan dilakukan dengan salah satu dari cara cara berikut:

1. Melihat Hilal

2. Menggenapkan bulan sya’ban menjadi 30 hari.

 

MELIHAT HILAL

Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.”

[HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.]

 

Menurut mayoritas ulama, jika seorang yang ‘adl (sholih) dan terpercaya melihat hilal Ramadhan, beritanya diterima. Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma,

“Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, kemudian aku beritahukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa.”

[HR. Abu Daud no. 2342. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

 

Keterangan: (akhuna muhammad abduh tuasikal hafidzakallahu)

Perlu diketahui bersama bahwasanya mengenal hilal adalah bukan dengan cara hisab. Namun yang lebih tepat dan sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengenal hilal adalah dengan ru’yah (yaitu melihat bulan langsung dengan mata telanjang). Karena Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi contoh dalam kita beragama telah bersabda,

 

”Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis)  dan tidak pula mengenal hisab . Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).”

[HR. Bukhari no. 1913 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.]

 

MENGGENAPKAN BULAN SYA’BAN MENJADI 30 HARI

saudaraku fillah…

Jika kita melihat konteks yang dibicarakan dalam hadits, akan nampak jelas bahwa hukum sama sekali tidak dikaitkan dengan hisab. Bahkan hal ini semakin terang dengan penjelasan dalam hadits,

Jika mendung (sehingga kalian tidak bisa melihat hilal), maka sempurnakanlah bilangan  bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan, “Tanyakanlah pada ahli hisab!”.Hikmah kenapa mesti menggenapkan 30 hari adalah supaya tidak ada peselisihihan di tengah-tengah mereka.

 

dari pemaparan singkat diatas bisa diambil kesimpulan:

  • Penentuan hilal yang disyari’atkan dalam agama ini cukup melihat bulan dengan mata telanjang.
  • Menentukan awal masuknya bulan dengan metode hisab dibantu dengan ilmu astronomi tidak disyari’atkan dalam agama ini, perhatikan hadits-hadits seputar penentuan hilal diatas.
  • Allah menjadikan mudah agama ini, maka tidak perlu kita mempersulit diri.

—————–

Ibu: Lha kalo udah taraweh nanti malam?  ya silahkan kalo mau ikut tarawih,.. tarawih itu hanya penamaan, tarawih sama saja dengan sholat tahajud, kalo hendak mau sholat tahajud berjamaah, tidak mengapa.. (asal jika di luar ramadhan tidak dirutinkan). tapi kalo pas bulan ramadhan justru ini yg utama..

* dalil: “Sesunguhnya, barangsiapa yang shalat bersama imam hingga selesai shalat, ia akan mendapatkan ganjaran shalat semalam suntuk” (HR Imam ahmad bin Hanbal)

 

Semoga Allah menerima amal-amal kita. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada teladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka yang setia. Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

 

* dialog ini ana ambil hanya dr maknanya,…

wallahu ta’alaa a’lam

Abu abdilmuhseen ath thoriq.

[ di penghujung bulan sya’ban 1433 H / 04.40 sore hari ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: