Berdoa Untuk Pemimpin Kita

bismillah..

Al Imam al Barbahary rahimahullah :

Ketahuilah bahwa kezhaliman penguasa tidak mengurangi satupun kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah azza wajalla melalui Rasul-Nya (yakni untuk taat kepada penguasa).

Kezhalimannya akan berakibat buruk bagi dirinya sendiri.

Sedangkan ketaatan serta kebaikanmu bersamanya akan dihitung sempurna, Insya Allah ta’alaa. Yakni, ketaatanmu dalam berjamaah, shalat Jumat dan jihad bersamanya, dan setiap amalan ketaatan.

Bergabunglah bersamanya, niscaya engkau akan mendapatkan kebaikan dengan niatmu kepadanya.

Bila kamu melihat seorang mendoakan kejelekan untuk penguasa maka ketahuilah bahwa dia pelaku bid’ah. Dan bila kamu mendengarkan seseorang mendoakan kebaikan untuknya, maka ketahuilah bahwa dia Ahlus Sunnah, Insya Allah.”

(Syarhus Sunnah)

Syaikh AbdulAzis bin Baaz Rahimahullah:

Termasuk nasihat bagi penguasa adalah mendo’akan bagi mereka taufik dan hidayah keikhlasan niat dan amal, mendoakan mereka supaya mendapat aparat-aparat pemerintahan yang shalih.

Perlu diketahui bahwa termasuk sebab lurus dan baiknya seorang penguasa adalah mendapat menteri yang jujur yang membantunya dalam melaksanakan kebaikan, mengingatkannya jika terlupa, dan menolongnya jika ingat. Ini merupakan sebab datangnya taufiq Allah kepadanya”

(Dalam kitab Muraja’at fi Fiqhil Waqi’ As Sunnah wal Fikri ‘ala Dhauil Kitabi wa Sunnah,)

 

Saudaraku… Sudahkah kita mendoakan Pemimpin kita?? Atau jangan-jangan kita selama ini hanya mencela, atau bahkan mencari2 aibnya??

Mendoakan kebaikan untuk pemimpin adalah salah satu cara yang ditempuh Salafus Shalih untuk mengatasi kedhaliman mereka. Karena dengan berdoa kepada Allah –agar menyelamatkan rakyat dari kedhaliman penguasanya– memberikan kebaikan dan menyadarkan mereka untuk berbuat adil dan bijaksana.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Akan muncul setelahku atsarah (orang-orang yang mengutamakan diri mereka sendiri dan tidak memberikan hak kepada orang yang berhak -red) dan perkara-perkara yang kalian ingkari’. Mereka (para shahabat -red) bertanya: ‘Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?” Beliau berkata:

Tunaikanlah kewajiban kalian kepada mereka dan mintalah hak kalian kepada Allah.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

Al Imam An Nawawi rahimahullah berkata tentang hadits ini : “Di dalam (hadits) ini terdapat anjuran untuk mendengar dan taat kepada penguasa walaupun ia seorang yang dhalim dan bersikap sewenang-wenang. Berikanlah haknya (sebagai pemimpin) yaitu berupa ketaatan, tidak memberontak, dan tidak mengkudetanya, bahkan seharusnya dengan sungguh-sungguh memohon kepada Allah Ta’ala untuk menyingkirkan gangguannya, menolak kejahatannya, dan memperbaikinya.”

(Syarah Shahih Muslim 12/183)

Fudlail bin ‘Iyyadl seorang Imam Ahlus Sunnah yang menetap di Makkah dan wafat pada tahun 187 H menyatakan : “Kalaulah aku memiliki suatu doa yang pasti dikabulkan niscaya tidaklah aku peruntukkan kecuali untuk penguasa.”

Saudaraku… sudahkah kita mendoakan pemimpin kita???

Demikianlah sedikit untaian nasehat kepada ana sendiri dan kepada saudara2ku sekalian, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari yang sedikit ini…

Dan hendaklah kita juga memperbaiki diri, menjauhi larangan Allah, dan mengamalkan perintah-Nya. Karena kedhaliman para penguasa juga disebabkan dosa-dosa rakyatnya.

Wallahu ta’alaa A’lam.

Abu abdilmuhsin ath.thoriqy // 02 rabi’us tsani 1433 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: