Novel Islami ???

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Pertanyaan:

Apa hukum membaca dan menulis kisah fiksi dan cerita yang bisa membangkitkan imajinasi? Dan apakah jika kisah-kisah ini membantu memperbaiki beragam masalah sosial, maka kisah-kisah ini diperbolehkan?

Jawab:

Kisah fiksi seperti ini merupakan kedustaan yang hanya menghabiskan waktu si penulis dan pembaca tanpa memberikan manfaat. Jadi lebih baik bagi seseorang untuk tidak menyibukkan diri dengan perkara ini (menulis atau membaca cerita fiksi-ed).

Apabila kegiatan membaca atau menulis kisah fiksi ini membuat seseorang lalai dari perkara yang hukumnya wajib, maka kegiatan ini hukumnya haram. Dan apabila kegiatan ini melalaikan seseorang dari perkara yang hukumnya sunnah maka kegiatan ini hukumnya makruh. Dalam setiap kondisi, waktu seorang muslim sangat berharga, jadi tidak boleh bagi dirinya untuk menghabiskan waktunya untuk perkara yang tidak ada manfaatnya.

(Fatwa Syaikh Fauzan di ad-Durar an-Naadhirah fil-Fataaawa al-Mu’aasirah – Pages 644-645, al-Fowzaan – ad-Da’wah 1516, Jumaada al-Oolaa 1416AH)

ana katakan,.. membaca dari hal2 yang demikian, akan menghabiskan waktu, bukankah ketika ingin mendapatkan sebuah pelajaran, ataupun hal2 yang penuh hikmah maupun faedah telah terdapat AL QUR”AN, pada shirah2 nabawiyah,.. pada kisah2 orang2 shalih terdahulu,..

disana terdapat hal2 yang bermanfaat untuk akherat kita, mengingat usia kita hidup di dunia ini sangatlah singkat, sedangkan perjalanan kita ‘besok’ teramat sangat jauh,.. sepantasnya kita menyibukkan diri dengan hal2 yang mendatangkan manfaat bagi kita,..

bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam telah mengingatkan pada kita:

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu’anhu, dia berkata: “Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda,Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya”.”

(Hadits hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan selainnya seperti itu).

wahai saudaraku,.. jangan sampai kita terkena perangkap Iblis, sehingga kita larut dalam membaca novel2 yg akhirnya justru akan merugikan kita kelak,.. dengarlah jeritan orang2 yg merugi, penuh penyesalan mereka berteriak :

 “Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.“ (Qs. As Sajdah : 12)

Wahai RaBB kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (Qs. Al Mu’minuun : 99-100)

Wallahu ta’ala a’lam,..

Wallahul muwaffiq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: