Perayaan Maulud Nabi adalah SYi’ar Islam [?]

Bismillah
pernyataan tentang berbagai acara, Perayaan maulud nabi, perayaan isra’ mi’raj ataupun perayaan malam nisfu sya’ban, seringkali disebut-sebut sebagai salah satu bentuk dari Syi’ar Islam. Benarkah demikian?
Sebelum melakukan pembahasan diatas, perlu bagi kita untuk mengetahui apa itu syi’ar. Syi’ar menurut bahasa adalah lambang atau tanda. Bearti Syiar Islam adalah: lambang atau tanda dari ajaran Islam / Ibadah yang didasari dari ajaran Islam.

Menilik dari pernyataan diatas, bearti, Majelis Taklim, Masjid, Berpakaian Sunnah, Shalat berjamaah, membaca Al Qur’an merupakan pula dari salah satu Syi’ar Islam.

Saudaraku Fillah…
Tetapi ketika kita melihat kembali terhadap acara-acara seperti perayaan Maulud Nabi, Perayaan Isra’ mi’raj ataupun perayaan malam nishfu sya’ban, meski nanti didalamnya terdapat kajian-kajian yang apabila dilakukan secara normal bisa menjadi Syi’ar Islam, tetapi perayaan-perayaan tersebut tetap bukanlah sebuah perayaan yang yang disyari’atkan dalam agama ini, bahkan para Ulama telah menjelaskan tentang kebid’ahan acara-acara tersebut. Maka, bagaimana kiranya sebuah Acara Bid’ah menjadi SYIAR dalam agama Islam?!?

Saudaraku Fillah…
Berbagai bentuk amaliah yang disana tidak ditopang dalil Shahih yang mensyariatkannya, tidak akan bisa menjadi Syi’ar Islam, meski dicantumkan Label Islami besar-besaran. Karena, Syiar Islam baru absah, jika telah relevan dengan ajaran Islam, yang disini maksudnya adalah terdapat Hujjah yang mensyariatkannya. Untuk itu, kita tidak boleh terjebak pada sebuah amaliah yang hanya dilabeli dengan label “Islami” belaka, karena betapa banyak sekarang ini, yang diberikan label Islami, tetapi kenyataanya, justru substansinya jauh dari nilai Islam itu sendiri.
Jadi ketika terdapat sebuah perayaan ataupun amaliah-amaliah yang bernilai ibadah, kita perlu mengilmui terlebih dahulu, ada atau tidaknya Dalil Shahih yang mensyari’atkannya, begitu pula penting untuk mengetahui Syarah (penjelasan) dari para ulama jika hadits yang dibawakan adalah Hadits yang shahih, bisa jadi, dalilnya benar, tetapi dia salah dalam memahami maksud hadits yang dijadikan sebagai hujjah amaliah tersebut.

Betapa Nabiyullah Muhammad n telah memberikan peringatan kepada kita:
دعاة إلى أبواب جحنّم من أجا بهم إليها قذفوه فيها
“(akan muncul) Da’i-da’I yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam, barangsiapa yang menyambutnya, pasti akan tercampakkan kedalamnya (neraka)”.
(HR Bukhari, Bab: Al Fitan).

Jika begitu keras tahdzir dari beliau terkait hal tersebut, maka sangat perlu bagi kita untuk mengetahui solusi dari permasalahan ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah berwasiat kepada umatnya tentang jalan keluarnya, yakni:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
[رَوَاه داود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat“
(Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, beliau berkata : hasan shahih)

Sebuah wasiat yang agung, yang mampu memberikan solusi di setiap permasalahan dari segala bentuk peribadahan. Dan patut pula kita menerapkan kaidah yang bisa kita jadikan sebagai pegangan:
لوكان خيرا لسبقونا إليه
Sekiranya perbuatan itu baik, tentu mereka (para shahabat) lebih dahulu melaksanakannya.
Jadi telah jelas, yang merupakan Syiar atau lambang atau tanda Islam adalah segala amaliah peribadahan yang didasari dengan landasan syariat yang shahih, karena segala bentuk peribadahan ini, terlarang dilakukan, melainkan ada Hadits shahih yang mensyari’atkannya.

عبداللّه بن مسعود رضي اللّه عنه: إتّبعوا ولا تبتدعوا، فقد كفيتم.
Abdullah Ibn Mas’ud radhiallahuanhu: Hendaklah kalian mengikuti (Rasulullah) dan janganlah kalian berbuat Bid’ah, Sungguh kalian telah dicukupi (dgn Islam ini).
(HR Ad Darimy I/69, Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah – al laalikaa’i)

Penutup.
Saudaraku Fillah (barokallahu fiikum)
Meski demikian, tidak boleh bagi kita dengan mudahnya mengecam para pelaku bid’ah (yang menganggap perayaan-perayaan bid’ah sebagai suatu bentuk syi’ar Islam) sebagai ahli bid’ah, sesat, ahli neraka dan lain sebagainya. Karena betapa banyak dari mereka para pengusung bid’ah tersebut, adalah merupakan orang-orang yang tidak juga paham tentang substansi sesungguhnya dari acara-acara yang mereka lakukan, mereka sangat membutuhkan dakwah kita, mereka harus dijelaskan tentang kebathilan amaliyahnya, tapi tentunya dengan cara yang hikmah, santun dan mengedapnkan akhlaq yang baik dalam kita berdakwah kepada mereka.
Indah sekali Nasehat yang telah disampaikan oleh Asy Syaikh Abdul Azis bin Baaz rahimahullah:
هذا الصر عصر الرّفق والحكمة، و ليس عصر الشّدّة. فالنّاس أكثرهم في جهل، في غفلة وإيثار للدّنيا فلابدّ من الصّبر، ولا بدّ من الرّفق حتّى تصل الدّعوة إليهم وحتّى يعلمون

“Zaman ini, zaman (berdakwah dengan) lemah lembut, sabar dan Hikmah (bijaksana), bukan zaman (berdakwah dengan) keras… Kebanyakan manusia tidak mengerti, lalai dan lebih mengutamakan dunia, maka haruslah sabar, haruslah dengan kelemahlembutan, sehingga dakwah itu bisa sampai kepada mereka dan mereka dapat mengetahui”

نَفَعَنِيَ اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِهَدْيِ كِتَابِهِ، وَبِسُنَّتِهِ نَبِيِّهِ
أقول قولي هذا وأستغفراللّه لي ولكم، إنّه هو الغفور الرّحيم

اللّهم لا علم لنا إلا ما علمتنا، اللّهم علمنا ما ينفعنا وزدنا علما وأصلح لنا شئننا كلّه ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين

و كتب، الرّا جي عفوربّه الغفور، أبوعبد المحسن محمّد طارق
19 Rajab 1433H // 29 Mei 2013 18:37 malam.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: